The Consistency: Simple But Not Easy

question-marks-confusion-hand-writing-chalkboard-45761846

Mereka bilang, seandainya kita menyukai suatu hal, maka kita akan selalu memiliki alasan untuk hal tersebut. Bahkan engga jarang, hal tersebut memerlukan perjuangan dan pengorbanan untuk membuktikan keseriusan kita.

Tapi yang lebih penting lagi setelahnya, adalah konsistensi kita dalam menjalankan hobi atau menekuni hal yang kita sukai tadi.

Dan menurut gua, yang kedua ini yang masih rada sulit buat gua kerjain.

Sebenernya kurang tepat kalo gua menyebut blogging sebagai hobi. Karena kalo gua inget alasan utama waktu gua pertama kali memberanikan diri untuk ikut eksis dan mengekspose diri lewat ngeblog dulu ya karena gua ngerasa perlu. Alasan pertama, gua mau berbagi cerita. Entah sama siapa aja yang bersedia mengorbankan waktunya untuk menyempatkan diri dan menghabiskan beberapa menit dari hidupnya buat baca tulisan gua yang seringnya tanpa makna.

Alasan yang kedua, karena menurut gua akan jauh lebih mudah untuk bercerita lewat kata-kata dibanding harus menjelaskan langsung di depan muka.  Semua jadi lebih mudah karena apa yang ditulis masih mungkin buat dibaca ulang, bahkan dihapus dan diganti seandainya gua ngerasa ada yang enggak pas atau kurang anu. Tapi hal yang sama engga akan berlaku seandainya kita jelasin langsung di depan orang. Isi otak dan arah pikiran yang enggak pernah bisa ditebak kemana perginya suka tiba-tiba menghilang tiap kali dibutuhkan. Yang ada, gua malah jadi ba-bi-bu sibuk sendirian gimana jelasinnya.

Balik lagi soal konsistensi, belakangan ini gua emang udah enggak posting tulisan sesering di tahun-tahun pertama, di jaman gua baru mulai dulu. Sebenernya bukan karena hidup gua kelewat garing sampe enggak ada satupun cerita yang bisa (pantes?) gua bagi untuk dibaca. Sebagai seorang pemuda yang mendekati usia matang dan masih lajang, selalu saja ada printilan-printilan dalam hidup yang bisa jadi renungan bahkan menyebabkan pergolakan batin seharian. Tapi gua udah janji, engga mau lagi terlalu sering ngumbar tulisan soal love life gua, apalagi yang belum tentu jadi. Meskipun sebenernya tema cinta-cintaan begitu yang paling gampang (dan asik) buat dibahas.

Hingga akhirnya niatan buat nerusin blogging dan nambahin posting pun tertunda karena gua ngerasa engga ada lembaran cerita dari keseharian dalam hidup gua yang bisa memberikan makna untuk siapa saja yang kebetulan baca tulisan gua.

Tapi seandainya gua boleh meminjam kalimatnya Mbah Sudjiwo Tedjo, “memang Tuhan Maha Asyik”. Bahkan ketika gua ngerasa engga ada bahan buat cerita pun dengan sendirinya udah jadi cerita sendiri.

JKMLN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s