Bekasi: Riwayatmu Kini

Bekasi.

Siapa sih yang enggak tau Bekasi?

Iya deh, mungkin engga semua pengguna jejaring sosial pernah menginjakkan kaki di Bekasi, tapi gua yakin, mereka pasti tau atau minimal pernah denger soal Bekasi. Gimana enggak, belakangan ini Kota Bekasi dan warganya punya daya tarik tersendiri bagi para netizen. Gue masih inget kok, beberapa waktu yang lalu Bekasi sempat menjadi Trending Topic buat bahan becandaan di media sosial karena lokasinya yang dianggap sudah bukan lagi di Planet Bumi. Lucu banget! Padahal itu kan sama sekali engga masuk akal. Karena Bumi ada di Bekasi! Coba aja kalian jalan lewat Jalan Perjuangan, lurus terus sampe ngelewatin Babelan, sampe ketemu pantai. Kalian akan menemukan Bumi di sana. (Mas, itu Kampung Buni!)

Oh, salah ya.. *PLAK!

Sebagai salah satu dari segelintir orang-orang terpilih yang memiliki keistimewaan buat lahir di Bekasi, gua bisa bilang saat ini Bekasi sudah jauh berkembang. Jaman dulu, tinggal di bekasi membuat gua merasa seakan-akan jauh dari peradaban. Jangankan buat nongkrong atau ngemall ke Jakarta, mau ngelewatin Kalimalang aja rasanya berat banget, karena jalur itu selalu macet. Hingga akhirnya gua terbiasa untuk hidup secara sederhana dan terpaksa apa adanya di Bekasi.

Tapi beberapa tahun belakangan ini, Kota Bekasi sudah tidak lagi membosankan seperti dulu. Dan menurut gue, hal ini engga terlepas dari keberadaan Kota Summarecon di Bekasi.

IMG_20150907_134403

Yeap. Semenjak ada Summarecon Bekasi, khususnya Summarecon Mal Bekasi, enggak ada lagi yang bisa bilang kalo Bekasi cuma kota “pinggiran“. Secara perlahan tapi pasti (tsahelah..), kehadiran Summarecon Mal Bekasi telah mengubah wajah kota Bekasi dari yang terkesan “kampungan dan terpinggirkan“, menjadi salah satu kota metropolitan dan tempat unggulan sebagai destinasi hiburan keluarga. Bahkan lebih jauh, menurut gua kehadiran Summarecon Mal Bekasi telah memberikan identitas baru bagi para pemuda dan pemudi Bekasi.

Coba deh pada jujur. Kalo dulu, mungkin begitu kalian denger kata “bekasi”, hal pertama yang terlintas di pikiran kalian adalah Bantar Gebang dan kisah legendaris tentang TPST Bantar Gebang yang konon katanya setinggi gunung. Ya kan?! Tapi sekarang, enggak lagi! Berkat kemegahannya, Summarecon Bekasi and the famous Piramida Terbalik telah menjelma menjadi Icon tersendiri bagi kota Bekasi. Ya sebelas-dua-belas deh sama Pyramida du Louvre di Paris.

IMG_20150907_134241

Tapi terlepas dari gegap gempita dan meriahnya dunia hiburan, ternyata Summarecon Bekasi juga peduli akan perkembangan pendidikan demi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan kota Bekasi. Hal ini terbukti dengan kehadiran sarana pendidikan untuk mendukung kawasan regional Summarecon Bekasi. Sebut saja sekolah-sekolah dengan kualitas premium di Summarecon Bekasi, misalnya SMA Islam Al-Azhar 8 dan SMA Kristen BPK Penabur Summarecon Bekasi.

Kenapa mesti Al-Azhar? kenapa juga harus BPK Penabur?

Karena menurut gua, sekolah-sekolah ini punya paket komplit. Boleh jadi kota Bekasi punya beberapa sekolah unggulan dengan status Negeri, tapi menurut gua, Al-Azhar dan BPK Penabur pun engga kalah gengsi.

Ambil contoh yang paling mudah aja deh, kalo di sekolah-sekolah lain ada siswi yang cantik dan pinter, maka Al-Azhar dan BPK Penabur punya siswi yang engga cuma cantik dan pinter, tapi juga mulia akhlaknya. Ini kan paket komplit namanya. A sweet, genuine, wife-material women!

Dan engga berhenti sampe di situ, nantinya, Summarecon Bekasi akan melakukan pengembangan kampus Universitas Bina Nusantara di kota Summarecon Bekasi.

Binus University di Bekasi? Canggih banget pasti!

Gue sendiri sangat berharap dengan kehadiran Binus University di Bekasi bisa melahirkan notable alumni sekelas Raisa Andriana, Joshua Suherman, Dimas Beck, atau Tina Toonita, ya tapi versi Bekasi. Pernah sih ngebayangin bagaimana jadinya kalo Raisa tinggal di Kampung Mede, sebelahan sama rumah gua, dan setiap sore gua mejeng bawa motor lewat depan rumahnya buat ngajakin nongkrong di warung pancong.

Uhm, Ga pantes, tapi yaudahlah ya..

Lebih jauh, menurut gue kehadiran Binus University di Bekasi merupakan keuntungan tersendiri bagi warga Bekasi. Semenjak ada Binus University di Bekasi, maka enggak akan ada lagi alasan yang masuk akal sehingga warga Bekasi harus kuliah jauh-jauh ke ibukota, misalnya. Jarak tempuh yang biasanya memakan waktu cukup lama serta menguras banyak tenaga bahkan biaya bakalan bikin kita lemes duluan begitu tiba di kampus. Akhirnya proses transformasi ilmu dari dosen kepada mahasiswa pun menjadi tidak efektif dan kurang maksimal. Yang lain belajar, eh, ini malah tidur.

Belum lagi seandainya dapet jadwal kuliah pagi yang artinya kita harus bangun sebelum adzan Subuh, dan terpaksa harus mandi lebih pagi demi menghindari kemacetan Jakarta. Masih untung deh kalo enggak ada yang lihat kita pergi, andai pun ada tetangga yang lihat, paling dia bakalan bergumam sendiri di dalam hati, “Si anu itu mau pergi kuliah apa jualan nasi uduk ya. Kok pagi banget..

Jadi kenapa harus memilih sekolah atau tempat kuliah yang lokasinya jauh-jauh segala semenjak sekolah di Summarecon Bekasi punya World Class University sekelas Binus begini? Pun dalam hal persaingan, gua rasa Binus University juga bakal menang banyak. Saingannya kampus islam-islaman sama kampus polisi-polisian. Kalo Binus? Udah pasti kampus kekinian.

Paginya ngampus, sorenya ngemall..

Nikmat mana lagi yang akan kamu dustakan?

keep-calm-write-2015-SB-widget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s