The Unspeakable

karakter_manusia

Mereka boleh aja bilang, bahwa semua umat manusia adalah sesungguhnya keturunan Adam dan Hawa, meski sebagian percaya dan mungkin emang ngerasa kalau mereka keturunan kera. Entah dari mana asal-muasal ceritanya berasal, yang gua tau berdasarkan ajaran dan didikan selama duduk di Madrasah dulu, asal-usul manusia ya begitu.

Meskipun sama dan lebih sering dianggap saudara, gua percaya bahwa masing-masing dari kita punya tipe kepribadian dan karakter yang berbeda-beda. Ada yang engga berbuntut tapi doyan pisang, ada yang hobi makan meski seringnya engga punya uang. (itu bukan gua!)

Dan itu, yang bikin satu sama lain berbeda. Dan buat gua, itu unik.

Kepribadian dan karakter yang berbeda dan unik itu juga yang akhirnya bikin gua jadi tau, mana yang gua suka.

Pada dasarnya, gua sama seperti orang lain pada umumnya. Engga betah sama mereka yang berkepala batu dan keras kepala, engga peduli sama omongan orang dan tetap teguh pada pendiriannya. Tapi ketika urusannya udah soal pacar-pacaran, satu sama lain dari kita dipaksa dan terpaksa beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan pasangannya. Karena buat gua, hubungan pacaran itu artinya proses beradaptasi setiap hari. Yang enggak bakalan selesai hingga nanti kita jadi aki-nini. Hari ini mungkin gua bisa becanda mesum dan nyolot karena doi lagi seneng dan asik diajak becanda, tapi mungkin besoknya gua mesti nurut dan modal manggut-manggut doang karena dia lagi engga bagus moodnya.

Tapi gua, bukan tipe orang yang hobi dan membiasakan diri buat nuntut apa-apa sama pasangan. Terlebih soal urusan sikap dan kelakuan. Buat gua, dia yang seperti dia-apa-adanya-itu-lah yang bikin gua suka atau mungkin jatuh cinta. Rasa-rasanya sih engga mungkin buat gua nuntut ke pasangan, bagaimana soal bersikap atau gimana gua mesti diperlakukan.

Oke. Kalian bisa bilang gua ganteng tapi culun karena engga ngungkapin apa yang gua mau. Tapi serius, gua emang engga kepikiran buat ngelakuin hal yang kayak gitu.

Karena sejatinya gua percaya bahwa perasaan sayang itu tulus. Datang dengan sendirinya tanpa perlu repot-repot dipinta segala. Kalo dia emang beneran sayang, dia bakalan menyesuaikan diri, beradaptasi dan mengimbangi gua yang asal-kalian-tau-aja, selalu engga nyadar suka jadi Pelacur. Pelan-pelan curhat.

Kalo semuanya aja udah gua ceritain, masa sih masih harus dijelasin.

JKMLN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s