Sekilas Tiga Belas

Rasanya baru kemarin, gua ngerayain seru dan meriahnya tahun baruan di kostan. Tanpa kembang api apalagi botol Jack’D, gua cukup puas melewati tahun 2012 dengan menghabiskan waktu di depan komputer sambil ngopi. Buat gua, moment perayaan tahun baru itu engga terlalu penting buat dilakuin, ngantuk dan bener-bener garing. Bahkan sampai saat ini, gua engga nemu alesan kenapa gua harus penasaran-ga-sabaran menyambut tahun baru biar datang cepetan.

Karena setelah 2013 datang, bahkan hampir udahan. Semua masih sama. Gak ada harapan.

Engga banyak cerita dan pengalaman yang bisa gua inget secara detail di tahun 2013 ini. Selain karena pelupa adalah salah satu dari kebiasaan buruk gua, juga karena emang kejadiannya engga penting sehingga harus diinget segala.

Secara keseluruhan, tahun ini gua anggap sebagai akhir dan awal baru dari lembaran hidup gua.

Di pertengahan tahun ini, kemarin, gua akhirnya angkat kaki dan barang-barang dari kostan kemudian balik ke rumah cuma buat pindah selonjoran. Karena gua masih kuliah dan belum kerja, jadi gua punya banyak waktu buat berleha-leha. Masih di pertengahan tahun ini juga, gua ketemu temen lama yang ngajak gua buat bantuin usaha. Buat gua sih sama sekali engga ada ruginya. Karena berkat usaha yang-engga-kecil-kecilan ini gua bisa ketemu banyak orang baru dan lebih deket lagi sama temen-temen lama.

Dan satu-satunya alesan yang bikin gua ngasih judul “Akhir” buat tahun 2013 ini, karena (lagi-lagi), gua diputusin. Dan menurut gua, ini keputusan final, berkekuatan hukum tetap dan engga mungkin lagi buat melakukan upaya apapun terhadap keputusan ini. Yang kalo kata dosen gua, Inkracht van Gewisjde.

Penjelasan lebih lanjut soal keputusan yang berkekuatan hukum tetap bisa saudara lihat di ketentuan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 tahun 2002 tentang Grasi. (*LAH, KENAPA JADI SERIUS!*)

Intinya, gua diputusin dan kali ini terlalu nyakitin sampe akhirnya mata gua terbuka. (*cring!*)

Tapi itu juga engga penting, sehingga seharusnya sih engga perlu diinget segala.

Menjelang akhir tahun ini, gua memutuskan buat pindah kuliah ke salah satu universitas swasta di Bekasi yang masih berada di bawah naungan Yayasan Kepolisian (baca: Universitas Bhayangkara Jakarta Raya – bukan nama sebenarnya.red). Meskipun engga ngulang, tapi gua masih merasakan aura yang sama persis kayak waktu gua baru mulai kuliah di Bandung beberapa tahun silam.

Sendirian, tak berteman. Tapi tetep jadi pusat perhatian. (*PLAK!)

Engga, bukan karena gua sering gelantungan ataupun lupa buat nutup resleting, gua jamin. Karena biasanya gua malah engga pake celana, biar dingin. (*lah..)

And It feels like I’m starting all over again. Sibuk ngeliat jadwal, nyari kelas kuliah, kenalan sama temen baru dan sepanjang jam kuliah, gua cuma bisa duduk diem macam orang gagu.

Sekarang sih gua udah punya kok, beberapa orang temen. Meskipun kali ini temen gua terkesan dusun karena mereka lebih fasih berbahasa daerah dibanding bahasa Indonesia, tapi Yaa, lumayan. Daripada engga ada. (LOL! JK!)

Tapi secara keseluruhan, gua cukup seneng kuliah di kampus baru ini. Deket dari rumah sehingga gua engga perlu lagi bangun pagi. Otomatis gua punya lebih banyak waktu setelah bangun tidur buat ngopi-ngopi sambil ngaca dan mengagumi ciptaan sang illahi. (*heem..*)

Andai gua boleh buat berandai-andai dan punya harapan. Gua mau di tahun 2014 nanti, gua bisa lebih memantaskan diri. Pantes buat lulus kuliah, pantes buat nyari kerja, juga pantes juga buat nyari suami. (Istri, mas. Istri!)

Just come what may!

JKMLN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s