The Homeless Youth

Ini gua waktu masih SMA. Potongan rambutnya udah ala Skrillex, before it was cool :)

Ini gua waktu masih SMA. Potongan rambutnya udah ala Skrillex, before it was cool🙂

Beberapa hari belakangan ini gua selalu kepikiran. Apa sih alasan yang paling kuat yang dulu bikin gua memutuskan buat kuliah di Bandung. Jauh dari keluarga, dan sendirian di kota orang.

Jaman SMA dulu gua main band, tapi bukan karena itu gua hijrah ke Bandung. Karena setelah gua kuliah, gua hampir sama sekali engga pernah main gitar. Aktifitas dan hasrat bermusik gua tersalurkan lewat Digital Audio Workstation seperti Fruity Loops, Reason, dll. Gua bahkan pernah punya mini album yang gua buat sendiri. Isinya hasil karya amatiran yang sayang kalo harus dibuang gitu aja. Begadang, kopi dan rokoknya udah habis banyak.

Kalo dibilang gua pengen bebas, layaknya anak muda yang enggak suka diatur dan ditentang, enggak juga. Karna semenjak gua SMA, gua gak ada masalah dengan aturan di rumah. Main kapan aja, yang penting pulang. Terserah itu mau dua hari kemudian pun. The trick is, orang tua gua enggak ngasih gua jajan yang berlebihan. Dengan begitu gua enggak akan kuat bertahan di luar lama-lama. Mau makan apa, sodara!

Sebenernya tinggal sendirian dan mengurus semua keperluan secara mandiri itu enggak segitu menyedihkannya. Gua bisa bikin peraturan sesuai dengan yang gua mau. Kapan gua harus mandi, kapan gua harus pergi, dan kenapa gua harus pulang lagi, tanpa ada satu pun yang bisa ngelarang. Mungkin alesan itu juga yang akhirnya bikin gua keenakan dan kelewat betah tinggal jauh dari pantauan orang tua. Setelah bertahun-tahun gua tinggal di Bandung, gua malah lebih betah diem dan main komputer di kostan dibanding harus diem tidur-tiduran di rumah, meskipun gua enggak harus bayar tiap kali mau makan.

Dan semua yang enak-enak itu terasa jenuh dan membosankan ketika enggak ada lagi perubahan. Setiap hari, setiap bulan, bahkan mungkin setelah beberapa tahun ini, kerjaan gua masih aja kayak begini. Gua butuh waktu yang lebih lama dari temen-temen seangkatan gua buat sadar kalo ini udah saatnya buat serius dan enggak lagi main-main. Tapi sekarang gua udah tersadar dan mulai mengejar ketinggalan.

Meskipun belum kebayang soal ngajak anak orang nikah dan punya momongan.

JKMLN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s