A Half Truth is a Whole Lie

Friendship is love minus sex and plus reason. Love is friendship plus sex and minus reason.

Bukan sekali atau dua kali, gua berada di tengah-tengah cerita cinta teman satu tongkrongan. Dan bukan tanpa alasan kalau gua berani bilang, ujungnya bakalan sama kaya yang udah-udah. Kalo misalkan mereka jadian, otomatis hubungan pertemanan bakalan lebih seru (dan murah, tentunya), karena kemana-mana bisa dijudulin “double date” bahkan “triple date“. Sebaliknya, kalo misalkan ternyata suka-sukaan itu engga berlanjut hingga ke jenjang pacaran, biasanya sih temen main bakalan berkurang. Kalo gua ajak yang cewek, nanti yang cowok gak mau ikutan pergi. Kalo gua ajak yang cowok, nanti yang cewek yang gak mau ikutan. Serba salah.

Yang namanya perasaan, apalagi cinta, emang gak ada yang tau kapan datengnya. Singkat cerita, mereka sama-sama jauh dari pacar, kebetulan sering main bareng, ngobrol dan segala macem. Dan seakan tuhan mengamini hubungan mereka, enggak lama dari situ mereka sama-sama putus dari pacarnya. Takdir? Entahlah.

Rasa-rasanya terlalu ribet kalo misalkan tuhan emang berencana buat menyatukan pasangan itu, tapi harus menunggu, karena si cowok mau memantapkan hatinya terlebih dahulu. Come on, man! Dari bangun tidur, sampe tidur lagi udah bareng. Bagian mana dari hidup lo yang masih bikin enggak yakin?

Tiba-tiba gua inget satupercakapan di film yang mungkin cocok sama cerita diatas.

So trust me when I say if a guy is treating you like he doesn’t give a shit, he genuinely doesn’t give a shit. No exceptions.

He’s Just Not That Into You

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s