Mahluk Sosial

Mungkin benar, manusia mahluk sosial yang enggak bisa lepas dan selalu membutuhkan satu sama lain. Cuma kalo gua boleh berpendapat, engga selalu manusia butuh kehadiran orang lain. Gua, contohnya.

The best part of your life is when you eat good meals, share good things and grow with good friends.

Oke, gua setuju. Tapi mungkin engga setiap hari gua butuh temen buat nemenin gua. Kadang gua lebih suka diem sendirian, engga pake ngomong. Menikmati secangkir teh manis hangat, ditemani cahaya bulan purnama yang masuk lewat jendela kamar, dan engga ngelakuin apapun kecual ngelamun. Ga ada sedikit pun suara yang kedengeran kecuali jari yang beradu dengan keyboard. That’s the best part of my life. Mungkin itu kenapa gua engga bisa lepas dari yang namanya Twitter. Karna cuma lewat twitter, orang bisa ngomong sebanyak yang mereka mau, tanpa ngeluarin suara sedikit pun. Lebih tenang, bukan?

Gua suka punya banyak temen, bagaimanapun juga, mereka adalah salah satu alasan yang bikin gua jadi kaya gua sekarang. Tapi sayangnya, mereka engga kenal gua sebaik itu. Gua emang doyan becanda, tapi engga harus setiap hari, setiap ketemu, selalu begitu. Apalagi kalo yang jadi bahan becandaannya selalu hal yang itu-itu lagi. Kalo udah begitu, jangankan buka mulut buat ketawa, nengok aja gua males.

The point is, kalian boleh sok akrab sama gua, tapi please, ga usah sok kenal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s