Permios!

Beberapa dari kami menyebut rumah itu “Kantor Zynga”..

Bukan tanpa alasan, sebagian besar penghuni di bangunan dengan dua lantai yang dilengkapi tiga kamar tidur dan dua kamar mandi itu emang hobi main poker. Engga peduli kelewat malam atau terlalu pagi, duduk di depan komputer sambil main game poker online jadi sebuah rutinitas tersendiri di rumah itu. Mungkin itu kenapa tiap kali gua keinget sama rumah itu, yang paling gua inget ya sebutan Kantor Zynga.

Sekarang, mungkin rumah itu udah engga akan pernah punya cerita yang sama. Kabar terakhir yang gua dapet dari pemilik rumah, bangunan penuh kenangan itu udah bukan lagi punya dia, rumah itu udah dijual.

Sedih, pasti. Kadang gua masih suka ngebayangin buat mengulang kehidupan disana, dengan kondisi yang enggak jauh berbeda kaya sekarang. Gua kangen pergi makan bareng, gua kangen suruh-suruhan mandi duluan, gua kangen rebutan tempat tidur atau cuma sekedar tarik-tarikan selimut. Meskipun sampe sekarang, gua masih berharap ada beberapa bagian cerita yang bisa gua ubah, dan engga perlu kejadian.

Mungkin kita engga akan pernah bisa berkumpul nonton DVD, rebutan duduk di sofa ruang tengah sambil menikmati makanan buatan mbak. Tapi ambil sisi positifnya aja, kita ga akan pernah lagi harus menahan napas dan engga bersuara tiap kali pintu rumah diketok sama tukang tagih iuran tv. Kita engga perlu lagi mengumpulkan kata-kata kotor buat memaki pria renta penjaga gerbang engga hobi bukain gembok.

Mekipun ini bukan pertama kalinya gua bilang pamit, tapi kali ini seriusan.

Selamat tinggal, Tepis Wiring.

2 thoughts on “Permios!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s