Presiden dan SMS

Mungkin cuma negara kita, Indonesia, yang punya Presiden yang sangat luar biasa. Di luar kebiasaan presiden pada umumnya, maksud gua.

Beberapa hari lalu muncul pemberitaan perihal SMS gelap yang konon katanya dikirim dari negara tetangga, ditulis oleh seorang anggota partai besar yang tengah jadi incaran. Isi pesan gelap itu antara lain tentang ancaman untuk membongkar borok dan kebusukan pejabat teras termasuk anak presiden sendiri.

Seorang pemimpin besar sudah seharusnya tegar. Bisa memilah dan memilih untuk menanggapi masalah besar dan mengacuhkan masalah yang remeh temeh. SMS gelap engga beda layaknya surat kaleng, dan surat kaleng tetaplah surat kaleng meskipun dibungkus dengan nama dan teknologi canggih semacam SMS.

Seorang presiden sudah pasti sering mengalami fitnah atau tekanan semacam ini. Tapi bukan berarti dia bisa tampil dengan wajah muram, sedih atau mungkin tampil pemarah di depan publik. Pemimpin harus tegar. Mungkin kali ini beliau merasa difitnah berlebihan dan merasa bahwa haknya untuk memberikan klarifikasi atas isi sms tersebut. Dengan atribut ke-presiden-annya, kemudian beliau mengecam keras pesan yang dianggapnya fitnah. Sekilas dari sini bisa terlihat, urusan internal partai dan negara sudah bercampur baur jadi satu.

Bukan tidak mungkin kalo reaksi berlebihan presiden menanggapi SMS gelap tersebut malah menimbulkan reaksi balik dari masyarakat. Jangan-jangan isi pesan tersebut adalah benar adanya, karna ditanggapi langsung oleh presiden. Ingat, tidak akan ada asap jika tidak ada api.

Jaman sekarang bukankah teknologi sudah canggih. Lembaga intelejen pasti bisa melacak asal muasal pesan gelap tersebut. Yang jadi terkesan konyol dan rada bodoh, beliau malah berteriak lantang untuk menantang pengirim pesan agar menunjukkan jati diri, tanpa memberi perintah kepada petugas intelejen untuk melacaknya terlebih dahulu.

Fenomena SMS gelap ini bisa saja terjadi karna sesuatu yang seharusnya terang, namun digelapkan. Benang merah itu pun sedikit demi sedikit mulai terlihat.

Tapi bagaimanapun juga, inilah presiden kita. Pemimpin yang konon katanya dipilih langsung dan memenangkan pemilu dengan persentase 63% suara. Berdasarkan beberapa kejadian memang terlihat jelas, bahwa pemimpin bangsa ini sangat sensitif apabila pribadi, keluarga dan golongannya diusik. Masih ingat ketika beliau marah karna seorang pejabat tertidur saat beliau tengah berpidato? atau mungkin ketika beliau ngambek karna wartawan yang tertawa mendengar beliau berpidato dengan banyak menggunakan istilah bahasa inggris.

Sabar, pak..

One thought on “Presiden dan SMS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s