Kepada Alam

 

 

Hari ini masyarakat dunia kembali dikejutkan. Tragedi gempa yang terjadi di Jepang secara serempak menjadi perbincangan paling hangat di jejaring sosial seharian ini. Baik mereka yang memang memiliki kerabat yang tinggal di sana, maupun mereka yang hanya kebetulan kenal dengan Jepang setelah mereka menyatakan diri untuk menggandrungi artis asal negeri Sakura tersebut.

Gempa dengan kekuatan 8.9 SR benar-benar telah meluluh-lantakkan sebagian negara kepulauan tersebut. Gempa berpusat di 376 km tenggara Tokyo, yang terjadi di lepas pantai Jepang timur laut itu mengguncang bangunan-bangunan kota Tokyo, menyebabkan banyak orang terluka, serta setidaknya terjadi satu kebakaran dan memicu peringatan Tsunami hingga ketinggian 10 meter.

Siaran televisi pun seragam menyiarkan gambaran tragedi tersebut. Asap hitam yang mengepul dari sebuah bangunan Odaiba, daerah pinggiran Tokyo. Bahkan kereta cepat yang mengarah ke utara negara tersebut pun langsung dihentikan. Gambar di televisi memperlihatkan mobil-mobil yang mengambang dan berayun tersapu ombak disamping perahu.

“Mungkin ini gempa yang terburuk yang saya rasakan sejak saya datang ke Jepang lebih dari 20 tahun lalu”

Bukan hanya salah satu gempa terbesar dalam 20 tahun terakhir. Gempa berkekuatan 8,9 yang terjadi di Jepang, Jumat siang, tercatat sebagai gempa terbesar sepanjang sejarah yang pernah terjadi di Negeri Sakura itu. Sepanjang catatan kegempaan di Jepang, belum pernah terjadi gempa sekuat itu.

Gempa paling mematikan di Jepang tercatat terjadi pada 1891. Gempa yang berpusat di Kanto itu hanya berkekuatan 7,9, tapi menewaskan sekitar 140.000 orang di wilayah sekitar Tokyo. Dengan kekuatan sebesar 8,9, gempa terakhir tersebut jauh lebih kuat ketimbang gempa di Kanto, namun tidak terlalu besar dampaknya bagi Kota Tokyo.

Masyarakat Jepang yang sudah terbiasa gempa kini lebih merasa takut, mungkin karena yang ini lebih besar dan tidak ada henti-hentinya bergetar.

Alam memberi manfaat. Alam memberi tempat. Alam memberi peringatan. Kepada alam, kita berguru dan mengabdi ilmu.


2 thoughts on “Kepada Alam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s