The Search for Truth.

Dalam kamus gua, kalimat pencarian akan kebenaran identik dengan mau tau urusan orang. Pada dasarnya gua enggak perlu buat tau lebih jauh, bahkan gua enggak punya urusan buat ngerti lebih banyak. Tapi kadang, jiwa anak muda yang penuh dengan rasa ingin tahu, dibumbui dengan sedikit rasa cemburu bisa jadi alesan yang paling bagus dan sempurna buat gua.

Gak ada yang bisa menjamin, kalo setelah kita tau, semua bakal jauh lebih baik. Bukan enggak mungkin kalo jawaban yang gua temui akhirnya menghancurkan gambaran imajinasi akan kebahagiaan yang selama ini gua bangun. Bahwa hidup kadang engga pernah bisa ditebak. Semua bisa serba tiba-tiba (ngeselin!), tanpa perlu alesan yang jelas.

Tapi buat gua, sebagai orang yang menghargai betul Kejujuran, apapun jawaban yang gua terima nantinya merupakan resiko dari rasa ingin tahu gua (baca: mau tau urusan orang) yang murni harus gua telan mentah-mentah. Bukan enggak mungkin kalo jawaban itu enggak ngasih kepuasan, bahkan menimbulkan suatu pertanyaan baru.

Jadi intinya, semakin gua banyak tau, semakin gua enggak ngerti, semakin gua ngerasa harus buat perduli. Mungkin pilihan yang terbaik emang berpura-pura buta, kadang sedikit berlagak budeg. Dengan begitu gua bisa terus memegang teguh apa yang gua punya, dan beriman penuh pada apa yang gua percaya.

Seharusnya gua engga perlu tau, seharusnya gua engga perlu ngerti. Dengan begitu, bukan enggak mungkin kalo gua bahkan enggak akan pernah perduli.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s