Seperti menikam diri sendiri tanpa sakit menjerit. Kutelan pedih karena mencintai dirimu yang hanya meninggalkan serpihan lara. Kau pagutkan hatimu pada orang lain ketika kata setia kujaga di atas pengharapan satu satunya. Tiada ingin kuakhirkan jejak cintaku selain kepadamu. Tapi kini segalanya telah cukup. Selama ini kau hanya memberiku mimpi belaka, lain tidak. Aku pergi karena terlalu mencintaimu, itulah akhirnya…”

Hidup semestinya menjadi sebuah kejutan yang menyenangkan. Serba kebetulan dan terjerembab dalam ruang “tiba-tiba”. Seperti halnya cinta. Tiba-tiba datang dan pergi tanpa permisi. Lalu datang lagi, pergi lagi. Dan datang lagi…!”


2 thoughts on “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s