Menjamu Sedihmu

Berharap dia datang dan tiba-tiba rebah manja di dekatku, detik ini. Andai dambaku menjadi nyata–kan kutuang kangen tanpa sisa…”

Kemarin, kalimat panjang itu kutulis dan kualamatkan hanya untukmu. Dengan penuh pengharapan, inginku menghabiskan barisan detik yang berlalu di dekatmu.

Hari ini, kangenku menggugat lagi dan mendakwa tanpa kompromi. Tapi justru sedih yang melukis lugu wajahmu. Begitu dalam kesedihan menguruk mimpi indah yang bersemayam dalam lenamu, hingga ku tak kuasa membendung tangismu.

Menangislah, sayang… aku tak akan kemana. Kan kujaga setiaku dalam sedih dan tawamu. Kan kujamu setiap inci kesedihan dan kebahagiaan yang menggantung di pelupuk dua bening matamu.

“Ditempias kangen yg menggugat sepi meraja, kucoba merasakan dan mengendapkan kesedihanmu. Hanya maafku yang tersisa karena aku tak ada di sana bersamamu.”

source

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s