demi sebuah harapan

Tahukah kamu mengapa aku berada disini?

Hingga kini berada disini..

Dan akan tetap berada disini..

itu karena Mu..

Kamu lah jawabku..

Tidak cukupkah bagimu aku mengejar di lebih dari 60 purnama?

Pernahkah hanya sekali Kamu menjadikanku nyata?

Ku sapu linangan samudera air mata, setiap ku terlewatkan dan terlupa

Ku tahan perih tak berhingga, demi untuk melihat seberkas pelangi senyummu

Walau aku tahu, mahal akan hal itu

Walau aku tahu, lukaku harga yang akan menebusnya

Aku rela..

Aku hanya ingin tahu,

Masih adakah di hatimu sedikit harapan?

Hanya sedikit harapan..

Harapan yang menjadikan sebuah alasan bagiku untuk tetap bertahan hidup

Harapan yang membuatku bersyukur akan indahnya hidup

Harapan yang mengingatkan ku akan keindahan cinta

yang dikaruniakan-Nya ke dunia..

Karena kamulah yang membawa hati bersama semua rasa..

Mungkin kelak kamu akan menyadarinya

Bahwa akulah cinta yang tersisa

Bahwa akulah cinta tak terbalas rasa

Saat ku pulang dengan tangan hampa kepada Nya..

3 thoughts on “demi sebuah harapan

  1. rishela says:

    Sungguh… seperti harapan yang tak terharapkan..

    Meski didera hingga terluka,
    Meski dicerca hingga lara,
    Hanya tuk isyaratkan cinta…
    Namun kini..
    Hanya ada rindu, tak bertuan…
    Yang beralun menghampiri ketiadaan…

    Harusnya kita terbang bersama
    Mengitari ruang yang tak sempat terjamah
    Tapi kau enggan tuk sedikit lebih tau
    Bahwa sebelah sayap ku, ada padamu
    Mustahil tuk ku kepak tanpamu …

    Sungguh..seperti harapan yang tak terharapkan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s