sampai kapan.

Rasanya baru kemarin lusa kita bercanda tertawa bersama. ’86 hingga ’06 berlalu tanpa makna. Terlihat selalu mereka yang lupa akan hal hal utama dan merasa bangga. Entah sengaja atau tidak, Β kita selalu terlupa. Namun begitulah kita. Betapa bodohnya kita saat berbangga atas kesalahan.

Dosa, kira-kira seperti itulah setiap agama menyebutnya.

Dosa, kira kira hanya itulah yang patut kita perbanyak, karna kita tak pernah terlihat berusaha untuk mendobrak keluar darinya.

Maka hinalah kita, atau terhormatkah kita? Saat kau, bergembira berzina, saat kita tertawa bersama alkohol dan rasta. Saat lidah kita tak dapat lagi dipercaya, atau kita memang sudah tak lagi percaya.

Kesadaran pun tak mampu menyadarkan, atau kita sama sekali tak ingin berbenah diri. Tak pernah lagi terlihat senyum sempurnamu yang selalu tersebar di setiap pagi di masa itu. Simbol keutuhan jiwa ragamu, simbol kualitas hidup dan matimu.

Keras kepala! lalu apa yang kita rencanakan hari ini. Apa yang akan kita kan lakukan hari nanti. Dirimu harus kau kuasai, tabiat kita harus di tinjau kembali. Seberapa pantas kita mengaku manusia selama kita masih berdiri di pinggir jalan, selama kita masih saling membunuh dan tetap merasa nyaman, membakar harapan kita sendiri.

Kulihat kau masih saja berdiri disini, atau kita masih terlalu muda untuk mencintai diri sendiri, atau kita memang sudah tak punya nurani sama sekali.

Sama sekali tidak seperti apa yang ada dalam dongeng sebelum tidurmu. Apa jadinya jika kita lebih senang menghamburkan uang di klab malam. Pergaulan yang menuntut pengingkaran. Kesenangan terjadi di setiap malam, kelaparan terjadi di setiap gang. Seperti saat kita menggulung lembaran pattimura.

Lalu apa jadinya jika kita lebih percaya materi diatas kartu remi di banding tuhan?

Menyedihkan! kulihat kau masih saja berdiri disana bersama segala bobroknya kepribadian yang dengan angkuhnya tetap kau genggam. Semoga jiwamu masih dapat kau cengkram.

sampai kapan kita kan terus seperti ini. berhenti tuk percayai. nodai jiwa dengan segala dosa.

3 thoughts on “sampai kapan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s