Funny as Eff!

Gua suka dengerin orang membual waktu gua tau cerita sebenarnya.

Hampir gak ada orang yang suka sama yang namanya dibohongin. Entah masalah sepele, atau yang fatal sekalipun. Ukuran besarnya bohong itu sendiri tergantung sama orang yang jadi korban. Mungkin aja ada, orang yang emang pada dasarnya enggak suka, dan ngerasa dunia macam kiamat kalo dia sadar udah kemakan sama omongan orang yang ternyata cuma bohong.

Gua enggak bermaksud buat menggurui, tapi ada beberapa hal buat mereka yang hobi bohong, tapi lupa sama hal yang sepele namun penting buat memuluskan akal bulus mereka.

1. Jangan berubah

Orang yang hobinya begadang maen komputer di kamar, enggak bisa ngeliat komputer nganggur, tiba-tiba enggak keliatan ada jejak-jejaknya di dunia maya. Seakan enggak pernah punya facebook, twitter, dll.

Ini fatal. Terlalu jelas bukti awalnya. Terlepas dari apapun alasan yang dipersiapkan sebelumnya.

2. Marahan

Mungkin buat beberapa drama queen, salah satu cara ini dianggap paling manjur buat sejenak melepaskan perhatian dari orang. Kalo biasanya telponan sampe begadang, begitu marahan, otomatis gak bakal begitu lagi, bukan. Tapi kalo gua yang dibeginiin, yang ada malah bakalan gua hubungin terus. Karna gua bukan tipe orang yang suka adem-adem aja kalo ada masalah.

3. Charger

Biasanya, mereka bakal bilang “aku enggak kemana-mana seharian” meskipun itu enggak bisa dibuktikan langsung. Tapi yang lebih dari cukup buat gua ngerasa pantes buat curiga itu ketika handphone pun enggak bisa dihubungi. Jaman sekarang, hampir semua orang punya yang namanya charger. Kalo emang misalkan dia terus-terusan ada di kamar, dan enggak main komputer juga, sehebat apa semedinya sampe bisa enggak inget punya charger buat ngidupin handphone.

4. Takdir

Serapih apapun, gua percaya yang namanya bohong itu pasti bakal ketauan. Entah siapa yang bocorin, entah kapan waktunya. Emang begitu kodratnya.

Jadi sebelum memutuskan buat nambah dosa dan beresiko buat enggak lagi disukai, bakal lebih bijaksana kalo berpikir dua kali.

Coba Lagi Ya!

Keluarga mana yang tidak naik darah atau meluapkan emosinya saat mengetahui putrinya telah hamil diluar nikah. Seorang anak yang tengah hamil, juga akan bingung saat dimarahi oleh orang tuanya. Sang anak lalu dibentak dengan kata-kata keras yang tidak biasanya digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Ayah: “Kamu ini sebagai anak, tidak menghargai kerja keras orang tua yang telah banting tulang untuk menghidupimu, mendidik kamu agar kamu menjadi orang baik. Ayah dan Ibu malu dengan kelakuan kamu ini. Tahu?!”

Melihat kondisi putrinya yang sedang dibentak habis-habisan oleh Ayahnya, sang Ibu hanya bisa menangis terisak tak henti, sedangkan anak putrinya hanya bisa menangis.

Ayah: “Katakan, Siapa bedebah kurang ajar yang telah mempermalukan keluarga ini! Bawa dia kesini, cepat!”

Karna takut dengan Ayahnya, anak itu lalu pergi memanggil laki-laki tersebut untuk menemui orang tuanya.

Satu jam kemudian, sebuah mobil Roll Royce berhenti di depan rumah kemudian seorang pria paruh baya keluar dari mobil. Kedatangannya disambut oleh Sang Ibu, yang membukakan pintu dan mempersilahkannya untuk masuk.

Pria: “Saya yang telah menghamili putri bapak. Tapi saya minta maaf sebelumnya, saya tidak bisa menikahi putri bapak karna istri saya tidak memperbolehkan hal tersebut.”

Mendengar pernyataan bahwa istrinya tidak akan dinikahi, keluarga itu bagaikan disambar petir. Namun pria tersebut langsung menjelaskan bahwa ia akan bertanggung jawab.

Pria: “Meskipun saya tidak bisa menikahi putri anda, saya tetap akan bertanggung jawab. Bila nantinya putri bapak melahirkan seorang bayi perempuan, saya akan menuliskan wasiat untuk bekal hidup cucu saya nantinya. Sebuah supermarket terkenal, sebuah hotel, dan uang 10 Milyar Rupiah. Jika putri bapak melahirkan bayi laki-laki, saya akan mewasiatkan satu buah kilang minyak, dua buah supermarket, dua buah hotel, dan uang tunai 20 Milyar Rupiah. Tapi, jika putri bapak nanti keguguran, apa yang akan saya lakukan..?”

Si Ayah kemudian ikut berpikir ketika mendengar keluh kesah pria tersebut. Selang beberapa menit kemudia, si Ayah kemudian merangkul bahu pria tersebut seraya berbisik..

Ayah: “Kalau keguguran, kamu coba lagi ya!”